Tuesday, March 10, 2020

Organ Reproduksi Perempuan Dan Fungsinya

Edit Posted by with No comments
Organ Reproduksi Wanita
Setiap perempuan harus mengenal apa saja organ reproduksi dan fungsinya masing-masing. Hal ini dilakukan guna memperbesar dan memperlancar perempuan memperoleh keturunan. Bila dibandingkan dengan pria, organ reproduksi perempuan lebih rumit lantaran terdiri dari beberapa kelenjar yang mempunyai tugas masing masing.

Organ reproduksi perempuan mempunyai fungsi yang berbeda dengan laki-laki. secara alamiah yang membedakannya adalah; menstruasi, kehamilan, kelahiran, menyusui, serta menopause.

1. Menstruasi

Menstruasi pertama seorang perempuan biasanya terjadi antara usia 9-16 tahun dengan 2 tahun sebelumnya yakni periode pematangan. Rangkaian insiden yang terjadi pada periode pematangan antara lain pertumbuhan tinggi tubuh yang pesat, perkembangan payudara, serta pertumbuhan rambut di tempat ketiak dan kelamin.

Siklus menstruasi diatur oleh interaksi hormonal dan organ reproduksi yang kompleks. Secara umum, jarak siklus dari satu menstruasi ke menstruasi berikutriya berkisar 21-35 hari dengan rata-rata 28 hari.

Tidak heran jikalau ada istilah ‘datang bulan’ lantaran menstruasi terjadi hampir setiap bulan. Setiap perempuan sebaiknya tahu siklus menstruasinya, setiap 21, 28, atau 35 hari sekali. Hal ini berkhasiat untuk memperkirakan ketika yang sempurna bila kehamilan, taksiran persalinan, dan yang lebih penting sanggup mengetahui lebih dini bila terdapat gangguan pada sikius menstruasi.

Cara gampang mengetahui sikius menstruasi yakni dengan memakai kalender. Tandailah hari pertama mulai menstruasi setiap bulannya, minimal 3 kali menstruasi. Kemudian, hitung berapa hari jarak antara hari pertama menstruasi bulan pertama ke bulan berikutnya.

Hasilnya diambil rata-rata dari 3 siklus pengamatan. Gangguan sikius menstruasi sanggup berupa haid tiba lebih awal, terlambat, atau justru tidak haid sama sekali. Salah satu peyebabnya yakni gangguan hormonal. Penyebab lainnya yakni kelainan pertumbuhan dan perkembangan, genetik, contoh diet, stres, dan gaya hìdup.

Kondisi tidak haid sanggup saja merupakan suatu hal yang normal pada prapubertas, menopause, kehamilan, dan bulan-bulan pertama menyusui. Namun, jikalau hal ini terjadi selama 3-6 bulan pada perempuan yang telah mengalami siklus menstruasi sebelumnya dan tidak ada kehamilan, perlu dilakukan investigasi untuk mencari penyebabnya semoga penangannya tepat.

Untuk memastikan gangguan siklus, perlu dilakukan pencatatan waktu: hari pertama haid, usang haid, dan jarak antara hari pertama haid dengan hari pertama haid beriikutnya. Pencatatan ini minimal dilakukan selama 3 bulan dan harus ditunjukkan pada dokter ketika berkonsultasi.

Dokter akan melaksanakan pemeniksaan terhadap organ reproduksi serta investigasi laboratorium untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh.

Lama menstruasi bervariasi antara 2-8 hari. Jenis perdarahan menstruasi juga bervariasi, ada yang berupa bercak-bercak kehitaman, lendir bercampur darah, atau darah merah segar. Terkadang, dijumpai juga gumpalan cokelat-kehitaman yang merupakan lapisan endometrium yang mengelupas.

Jumlah darah yang hilang ketika menstruasi berkisar 30-80 ml. Tidak ada hubungan antara usang menstruasi atau banyaknya darah yang keluar dengan faktor kesuburan seseorang.

Jika payudara terasa kencang, pegal-pegal, dan merasa gampang tersinggung, mungkin Anda tengah mengalami premenstrual syndrome (PMS). PMS atau sindrom pramenstruasi merupakan sekumpulan tanda-tanda yang muncul terkait siklus haid.

Biasanya muncul 1-2 ahad sebelum menghilang sehabis haid mulai. Sindrom ini bisa muncul pada perempuan usia reproduksi dan hilang sehabis menopause.

PMS diduga terjadi lantaran perubahan hormonal selama sikius menstruasi. Gejala PMS bisa bervariasi antara perempuan satu dengan Iainnya. Bisa saja yang satu mempunyai tanda-tanda lebih berat, sedangkan yang lain relatif tidak terganggu.

Sekitar 85% perempuan pernah mengalami minimal satu tanda-tanda PMS dalam sikius haidnya. Terapi untuk PMS tergantung pada jenis dan berat-ringannya gejala. Jika memang diperlukan, dokter akan memperlihatkan terapi hormon untuk mengurangi dan menghilangkan gejala.

Nyeri haid atau disebut juga dismenore terjadi lantaran kejang otot rahim. Rasa nyeri ini bervariasi antara satu perempuan dengan perempuan lainnya. Nyeri ini tidak membahayakan, tetapi sanggup mengganggu dan mengurangi produktivitas perempuan dalam bekerja, sekolah atau olahraga.

Nyeri haid disebabkan adanya gangguan pada organ reproduksi atau faktor hormonal dan bukan semata lantaran faktor psikologis. Nyeri haid tanpa kelainan pada organ reproduksi termasuk dalam nyeri haid primer.

Biasanya, nyeri mulai terjadi sehabis 6-12 bulan menstruasi yang pertama, ketika siklus haid sudah teratur. Nyeri haid ini sanggup muncul beberapa jam sebelum menstruasi hingga han ke-2 menstruasi. Pada sebagian wanita, nyeri haid berkurang sehabis melahirkan.

Selain nyeri haid primer, ada pula nyeri haid sekunder. Penyebab nyeri haid sekunder diketahui lantaran ada dilema di organ reproduksi ibarat endometriosis, tumor pada rahim, atau adanya peradangan kronik pada panggul serpihan dalam.

Pemakaian alat kontrasepsi IUD juga sanggup mengakibatkan nyeri haid pada sebagian orang. Nyeri haid sekunder muncul pada usia 20-30 tahun. Pengobatan untuk nyeri haid primer sanggup diberikan obat pereda nyeri yang banyak dijual bebas.

Jika dengan obat tersebut nyeri tidak berkurang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat obat pereda nyeri yang lebih besar lengan berkuasa atau takaran lebih tinggi. Dokter juga mungkin akan memperlihatkan hormon, biasanya ibarat pil KB, untuk menciptakan haid lebih teratur dan mengurangi nyeri.

Nyeri juga sanggup berkurang dengan pengompresan perut serpihan bawah dengan air hangat atau pinjaman perhiasan vitamin B dan E serta minyak ikan. Adapun untuk nyeri haid sekunder, pereda nyeri kurang efektif lantaran yang paling sempurna yakni mengatasi kelainan yang mendasarinya.

2. Kehamilan

Kehamilan sanggup terjadi jikalau sel telur yang dilepaskan indung telur dibuahi oleh sel sperma. Hasil penyatuan kedua sel tersebut akan mengalami proses pembelahan untuk menjiplak jumlah sel sembari “berjalan” menyusuri jalan masuk telur menuju ke rahim dan menempel di sana sebagai embrio dan fase kehamilan dimulai.

Proses kehamilan melibatkan rangkaian reaksi hormonal yang kompleks yang bertujuan untuk melindungi dan mendukung kehidupan embrio. Tubuh pun mengalami perubahan, beradaptasi untuk tujuan tersebut.

Saat kehamilan berusia muda, perubahan bentuk tubuh tidak terlihat nyata. Perut belum terlihat membuncit lantaran ukuran rahim pun belum begitu besar, sekitar sekepaIan tangan pada usia kehamilan 3 bulan.

Pada awal kehamilan, payudara sudah mulai terasa kencang dan tegang lantaran mulai terjadi perkembangan kelenjar susu. Puting susu akan terlihat lebih hitam dan melebar. Keluhan yang kerap muncul pada sebagian besar perempuan yakni mual dan muntah. Keluhan ini terjadi lantaran efek hormon kehamilan pada jalan masuk cerna.

Tiga bulan pertama merupakan ketika yang rawan lantaran tengah terjadi pembentukan organ-organ janin. Hindari sinar rontgen dan hanya minum obat yang kondusif untuk ibu hamil semoga janin terhindar dari kecacatan.

Keberadaan janin sanggup dirasakan sang ibu ketika usia kehamilan 4-5 bulan. Gerakan yang dirasakan biasanya berupa denyutan yang muncul sewaktu-waktu di perut serpihan bawah. Pembentukan organ tubuh janin telah selesai dan janin mulai membesar.

Perut ibu akan muiai terlihat membuncit dan timbunan lemak mulai tampak di serpihan perut, panggul dan paha. Keluhan mual dan muntah biasanya telah Surut dan nalsu makan ibu mulai membaik, bahkan bagi sebagian wanita, meningkat.

Idealnya, ibu memeriksakan kehamilan secara teratur ke bidan, dokter, atau dokter seorang andal kebidanan setiap bulan sekali dan setiap 2 ahad sekali pada bulan ke 8-9 menjelang persaiinan. Ini penting untuk memonitor perkembangan sang janin dan kesehatan sang ibu.

Memasuki usia kehamilan 7-9 bulan, kecepatan pertumbuhan bayi dalam rahim meningkat. Berat tubuh ibu akan bertambah banyak pada ketika tersebut. Perut akan semakin terlihat membuncit dan payudara semakin bertambah membesar.

Keluhan yang sering dirasakan yakni nyeri pada perut serpihan bawah dan tempat lipat paha. Hal ini lantaran terjadi peregangan otot-otot dan jaringan penggantung rahim sebagai kompensasi menyangga sang bayi.

Keluhan nyeri pinggang sering dialami oleh ibu hamil. Hal ini masuk akal saja mengingat ibu hamil bekerjsama tengah “menggendong” bayi dalam rahim sela ma 24 jam nonstop.

Saat kehamilan, ibu harus mengonsumsi masakan yang berg izi semoga janin mendapat nutrisi yang baik sehingga pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan baik. Hal ini juga untuk menjamin ibu semoga sehat dan besar lengan berkuasa ketika persalinan.

Selama kehamilan, berat tubuh akan naik sekitar 8-12 kg. Timbunan lemak akan muncul di tempat perut, panggul, pantat, dan paha, sebagai cadangan energi selama kehamilan dan menyusui.

Tanda-tanda peregangan kulit (strech marks) sanggup terlihat di perut atau paha atas. Peningkatan berat badan, jumlah lemak, dan pembesaran perut akan memunculkan garis-garis sebagai akhir kulit yang teregang. Strech marks ini bisa dicegah dengan pinjaman krim anti-strech marks pada awal kehamilan.

3. Masalah Saat Kehamilan

Kehamilan harus dijaga dengan sebaik-baiknya, lantaran tidak saja untuk kesehatan sang bayi, tetapi yang lebih penting yakni menjaga kesehatan dan keselamatan ibu hamil. Angka tamat hidup ibu terkait proses kehamilan dan persalinan di Indonesia merupakan yang tertinggi se-Asia Tenggara.

Faktor risiko yang sanggup mengakibatkan dilema pada kehamilan dan persalinan antara lain usia ibu ketika melahirkan terlalu lanjut atau terlalu muda, jumlah anak lebih dan 5 anak, serta jarak antara kehamilan satu dengan kehamilan berikutnya kurang dari 2 tahun.

a. Perdarahan

Keluarnya darah bercampur lendir berwarna merah muda dari vagina pada usia kehamilan lanjut merupakan salah satu tanda persalinan. Sedikit perdarahan juga akan muncul sehabis bekerjasama seks dengan suami.

Namun, perdarahan harus diwaspadai oleh ibu hamil yakni bila darah keluar cukup banyak memperlihatkan adanya masalah. Faktor tersering yang mengakibatkan perdarahan yakni letak plasenta yang rendah.

Normalnya, plasenta tenletak di serpihan atas rahim. Namun, tidak menutup kemungkinan, letak plasenta erat dengan jalan lahir. Ini akan membahayakan keselamatan ibu sehingga operasi sesar akan menjadi pilihan persalinan.

Munculnya flek-flek perdarahan pada awal kehamilan disertai rasa kram atau tegang di perut bawah harus diwaspadai Juga lantaran bisa jadi merupakan tanda ‘ancaman’ keguguran.

b. Pecah ketuban

Normalnya, kulit ketuban akan pecah ketika proses persalinan berlangsung dan air ketuban akan keluar. Prosesnya bisa terjadi impulsif atau dipecahkan oleh penolong persalinan untuk memudahkan bayi keluar. Jika air ketuban keluar tiba-tiba di luar proses persalinan, maka segeralah periksa ke dokter untuk penanganan semoga tidak terjadi infeksi.

Kulit ketuban yang utuh merupakan pertahanan untuk keselamatan bayi dan bu. Kadang, sulit membedakan air ketuban atau air kencing yang keluar. Oleh karenanya, bila curiga dan ragu ragu periksalah ke dokter.

c. Nyeri dan kontraksi

Nyeri hebat yang timbul pada kehamilan usia lanjut yang terjadi akhir peregangan jaringan penggantung rahim biasanya dirasakan di sekitar lipat paha. Waspadai lah jikalau tiba-tiba terasa nyeri yang hebat atau di luar biasanya.

Terlebih jikalau nyeri disertai rahim yang tegang. Bisa jadi penyebabnya yakni lepasnya sebagian plasenta. Jangan ditunda, segera periksa ke dokter, Kontraksi rahim yang berlangsung secara ritmis kadang mengakibatkan perut terasa kencang.

Gejala ini biasa muncul pada bulan-bulan tamat kehamilan. Selama jarak waktu hilang-timbulnya kontraksi cukup usang dan muncul kadang-kadang, hal ini masih normal. Namun, jikalau kontraksi makin usang makin besar lengan berkuasa dan makin sering, sedangkan tanggal taksiran persalinan masih jauh, harus diwaspadai ancaman kelahiran prematur dan harus segera periksa ke dokter.

Jika memungkinkan, dokter akan memperlihatkan penanganan untuk menunda persalinan hingga mendekati waktu yang cukup.

d. Preeklampsia dan eklampsia

Preeklampsia merupakan sekumpulan tanda-tanda pada ibu hamil berupa tekanan darah tinggi, jerawat tubuh yang berlebihan, adanya protein dalam urin (berdasarkan investigasi laboratorium). Gejala lain ibarat nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan (seperti pandangan kabur dan ada bintik-bintik hitam), serta peningkatan berat tubuh yang berlebihan dalam waktu yang singkat, juga harus dicurigai merupakan preeklampsia.

Preeklampsia sanggup memburuk menjadi eklampsia, yakni tanda-tanda preeklampsia disertai hipertensi berat, bahkan kejang. Kondisi ini membahayakan keselamatan ibu dan bayi dan merupakan salah satu kontributor tingginya angka tamat hidup ibu di Indonesia. Pemeriksaan kehamilan yang rutin dan teratur penting dilakukan untuk mendeteksi kelainan ini.

e. Prematur

Kelahiran bayi prematur memerlukan perawatan khusus mengingat sang bayi belum siap untuk hidup di luar rahim. Penanganan dan perawatan bayi prematur yang sempurna sanggup meningkatkan angka kehidupan serta menghindarkan keanehan pada sang bayi.

4. Persalinan

Memasuki 37-42 ahad usia kehamilan, bayi dalam rahim telah siap untuk dilahirkan. Tubuh sang ibu pun akan mulai mengalami penyesuaian untuk mempersiapkan persalinan. Adanya jarak antara perut yang menbuncit dengan payudara, yang sebelumnya tidak tampak, memperlihatkan bayi mulai “turun”.

Artinya, kepala bayi sudah di pintu atas panggul. Pada minggu-minggu ini, perut mulai terasa kencang yang berlangsung kurang dan 1 menit dan muncul sesekali. Kondisi ini memperlihatkan rahim mulai mengalami kontraksi.

a. Persiapan

Sebaiknya, pada minggu-minggu akhir, ibu dan suami telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan persalinan. Termasuk di antaranya menyiapkan dana, menentukan dan menentukan tempat untuk melahirkan, serta orang yang akan menolong proses persalinan (bidan, dokter atau dokter seorang andal kebidanan).

Hal yang cukup penting juga yakni menyiapkan pakaian untuk ibu dan bayi, juga ayah, keperluan mandi, kain gendong, serta keperluan sang ibu sehari-hari ibarat bedak, pelembap, losion, krim pembersih, dan lain-lain. Pernak-pernik ini sebaiknya sudah dikemas dalam tas yang gampang dibawa jikalau sewaktu-waktu tanda-tanda persalinan sudah makin jelas.

b. Tanda persalinan

Tanda-tanda awal persalinan dimulai dengan munculnya kontraksi di tempat perut yang timbul makin sering dengan intensitas yang makin kuat. Mula-mula, kontraksi akan timbul setiap jam sekali, kemudian sedikit demi sedikit akan semakin kerap kemunculannya menjadi setiap setengah jam, setiap 15 menit, hingga alhasil setiap 5 menit sekali perut mengalami kontraksi.

Demikian juga dengan intensitasnya. Jika mula-mula usang kontraksi 20 detik, sedikit demi sedikit akan meningkat menjadi 30 detik, 40 detik hingga 50-60 detik. Tanda lainnya yakni keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir, berwarna merah muda.

Lendir ini bisa saja keluar beberapa hari sebelumnya, sehingga memperlihatkan tanda-tanda palsu persalinan. Namun, tanda lebih niscaya persalinan yakni kontraksi yang makin sering dan kuat.

Seiring kontraksi, leher rahim juga mulai melunak dan membuka. Pembukaan leher rahim berlangsung secara bertahap, mulai dan 1 cm hingga pembukaan lengkap 10 cm, yang memakan waktu 6 jam untuk ibu yang pernah melahirkan sebelumnya atau 12-24 jam untuk persalinan pertama. Setelah pembukaan lengkap, dengan dorongan dari dalam tubuh yang ditimbulkan sang ibu dengan mengejan maka sang bayi pun akan keluar.

c. Plasenta

Setelah sang bayi dilahirkan dan tali sentra dipotong, putuslah hubungan ibu-janin secara fisik. Namun, masih ada satu proses penting yang harus dilalui sang ibu, yakni “kelahiran” plasenta atau sering disebut dengan ari-ari. 
 
Plasenta akan lepas impulsif 5-15 menit pasca persalinan bayi dan biasanya diikuti perdarahan yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Namun, perdarahan ini akan berkurang sehabis ibu mendapat obat yang menciptakan otot-otot rahim berkontraksi dan menjepit pembuluh darah. Jika terdapat robekan atau sobekan pada jalan lahir, dokter akan menjahit untuk merapatkan luka.

5. Masalah Saat Persalinan
Persalinan yakni suatu proses yang alamiah dan sanggup berlangsung spontan, bahkan tanpa dibantu siapa pun. Ini terbukti dari gosip yang pernah kita dengar bahwa ada ibu yang melahirkan seorang diri di sawah, kamar mandi, bahkan dalam taksi menuju perjalanan ke rumah bersalin.

Kewaspadaan dibutuhkan dalam setiap proses persalinan lantaran bisa saja terjadi kelainan atau proses yang tak masuk akal dalam tahapan persalinan. Beberapa dilema yang terdeteksi selama kehamilan sanggup membantu persalinan berlangsung dengan aman.

a. Panggul sempit

Jika panggul sang ibu diketahui sempit dan bayi yang dikandurig cukup besar, maka persalinan direncanakan melalui operasi sesar lantaran sang bayi akan kesulitan jikalau dilahirkan secara normal.

b. Bayi melintang

Jika letak bayi melintang di dalam rahim (seharusnya letak kepala bayi ada di serpihan bawah rahim), maka operasi sesar merupakan jalan keluarnya. Hal ini dilakukan lantaran dengan posisi tersebut bayi tidak bisa keluar spontan.

c. Kontraksl rahim tldak besar lengan berkuasa
Kontraksi rahim yang besar lengan berkuasa dan teratur dibutuhkan untuk membuka jalan lahir. Dengan kontraksi tersebut, leher rahim akan melunak dan membuka. Jika kontraksi tidak menguat dan ukuran pembukaan leher rahim tidak bertambah, maka dokter akan memberjkan obat yang sanggup merangsang rahim berkontraksi.

Penyebab kelainan ini antara lain ibu anemia, kelelahan, atau bayi terlalu besar sehingga otot rahim teregang maksimal dan menjadi tidak sensitif terhadap rangsangan persalinan.

d. Persalinan macet

Persalinan macet sanggup terjadi jikalau bayi “terjebak’ di jalan lahir. Saat itu, kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul, tetapi kesulitan melewati pintu bawah panggul. Penyebabnya bisa lantaran faktor anatomis panggul ibu atau sang ibu telah kelelahan sehingga tidak bisa mengejan dengan baik untuk mendorong bayi.

Tindakan yang sanggup dilakukan tergantung pada seberapa jauh kepala bayi masuk dalam rongga panggul. Jika kepala bayi sudah terlihat dari vagina, artinya sudah erat dengan “pintu keluar”. Tindakan “vaccum” sanggup membantu menarik bayi keluar. Sebaliknya, jikalau letak kepala masih tinggi, maka operasi sesar merupakan pilihan.

e. Perdarahan

Saat ibu melahirkan, jumlah darah yang keluar sanggup mencapai 500 ml. Jumlah tersebut normal.

Namun, perdarahan yang terjadi secara berlebihan akan membahayakan Jiwa. Perdarahan pada proses persalinan sanggup terjadi lantaran letak plasenta rendah yang tidak diketahui sebelumnya, kontraksi rahim yang kurang baik pasca persalinan, atau plasenta yang menempel terlalu erat pada rahim.

Tindakan yang diberikan untuk mengatasi perdarahan tergantung pada penyebabnya. Jika kontraksi rahim tidak kuat, dokter akan memperlihatkan obat yang menguatkan kontraksi rahim. Adapun antibiotik diberikan jikalau terdapat infeksi.

Bila penyebab perdarahan yakni sisa plasenta yang tertinggal pada rahim, dilakukan kuret rahim untuk mengeluarkan sisa plasenta tersebut.

6. Menyusui

Hari pertama persalinan, payudara sudah mulai mengeluarkan kolostrum, yakni ASI yang warnanya masih bening. Kolostrum ini kaya akan antibodi yang penting untuk daya tahan tubuh bayi, jadi jangan hingga dibuang. Secara sedikit demi sedikit warna Asi akan menjadi seputih susu.

Semakin sering ibu menyusui bayi, semakin cepat pula perdarahan rahim berhenti. Terdapat hubungan hormonal antara menyusui dan kontraksi rahim. Ukuran rahim akan menyusut kembali ke ukuran normal dalam 2-4 ahad pasca persalinan.

7. Menopause

Sekitar sepertiga kehidupan sebagian besar perempuan dilalui sehabis menopause. Menopause sebagai salah satu proses alamiah dalam tubuh perempuan terjadi lantaran indung telur berkurang fungsinya dalam menghasilkan estrogen dan progesteron yakni hormon yang berperan dalam siklus meristruasi.

Akibatnya, siklus haid berakhir secara permanen. Menopause ditetapkan sehabis seorang perempuan tidak mengalami haid minimal 12 bulan. Menopause terjadi pada perempuan usia 40-59 tahun, dengan rata-rata usia 51 tahun. Saat ini, terdapat kecenderungan usia menopause timbul lebih lambat sehingga masa reproduksi lebih panjang.

Sebelum menopause, seorang perempuan akan mengalami masa pramenopause. Pada masa ini, siklus menstruasi mulai mengalami gangguan; dari yang semula setiap bulan akan jadi 2-3 bulan sekali.

Menopause dini sanggup terjadi sebelum usia 40 tahun. Segera periksakan diri untuk mengetahui penyebab haid berhenti yakni menopause atau ada alasannya lain yang mengganggu siklus haid.

Menupause dini sanggup terjadi lantaran tinda kan pembedahan yang mengangkat kedua indung telur. Jika pembedahan hanya mengangkat rahim tanpa indung telur, haid tidak akan terjadi, tetapí tubuh perempuan tersebut tidak mengalami tanda-tanda kekurangan hormon estrogen dan progesteron.

Pelembap alami vagina berkurang ketika perempuan mengalami menopause. Akibatnya, vagina menjadi kering dan mengakibatkan nyeri pada ketika bekerjasama seks. Untuk mengatasinya sanggup dipakai pelembap yang khusus untuk organ kewanitaan. Pastikan produk yang dipakai kondusif dan tidak mengakibatkan alergi.

Selalu konsumsi buah-buahan dan masakan bergizi semoga tetap sanggup bugar meski telah memasuki usia menopause.

Itulah sedikit yang bisa saya bagikan untuk para pembaca perihal organ reproduksi perempuan dan fungsinya, semoga sanggup menambah pengetahuan kita semua. Terimakasih

Tulisan ini diambil dari buku “Panduan Lengkap Kesehatan Wanita” oleh Oleh dr. Wening Sari, dkk.

0 comments:

Post a Comment