Wednesday, April 15, 2020

Bahaya Makan Berlebihan

Edit Posted by with No comments
Bahaya Makan Berlebihan patut diketahui oleh setiap orang lantaran hal ini penting menyangkut problem kesehatan. Seringkali tanpa sadar kita mengonsumsi masakan lebih banyak daripada porsi yang seharusnya. Stres, murung atau kesal merupakan beberapa penyebab orang ingin terus makan dan biasanya masakan yang dikonsumsi tidak sehat ibarat keripik kentang, cake atau es krim cokelat.

Mereka kerap tak bisa mengontrol untuk makan tidak berlebihan.  Padahal jika orang menyadari imbas samping dari makan berlebih, tentu akan mikir dua kali melakukannya. Masalah-masalah kesehatan akan gampang muncul apabila kita makan terlalu banyak. Sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau stroke, merupakan sebagian kecil contohnya. Nah, berdasarkan temuan awal para peneliti dari Mayo Clinic, ternyata makan yang berlebihan mungkin juga sanggup menimbulkan hilangnya ingatan, terutama pada mereka yang berusia lanjut (lansia).

Sebuah studi yang dilakukan Mount Sinai School of Medicine menemukan klarifikasi perihal alasan makan berlebih bisa menimbulkan diabetes dan obesitas. Orang yang makan tanpa mengontrol jumlah yang dikonsumsinya, sanggup mengalami gangguan fungsi pada sinyal insulin otak. Akibat dari gangguan ini, insulin otak tidak bisa melaksanakan pemecahan lemak dalam jaringan adiposa.

Dalam keadaan normal, insulin akan menekan lipolisis. Ini ialah proses lemak trigliserida yang terletak pada jaringan lemak akan dipecah yang kemudian diikuti oleh pelepasan asam lemak. Kalau lipolisis tidak bisa dikendalikan, maka kadar asam lemak menjadi tinggi. Akhirnya, hal tersebut memicu terjadinya obesitas dan diabets tipe 2.

Hasil pengamatan pakar pola makan dunia dr Roger Gould mengenai imbas jelek orang yang makan berlebih.

1. Makara Pola Makan Menetap
Makan secara emosional  ialah istilah yang menggambarkan dimana seseorang makan hanya sebagai pembunuh emosional. Sayangnya,ini juga sanggup menjelma kelaparan fisik untuk selalu makan. Satu-satunya problem dari “makan demi kenyamanan” ialah ketika perut diisi namun hati tetap merasa kosong.  Semakin makan banyak, kelaparan emosional tanpa disadari juga tumbuh. Dan seiring berjalannya waktu, menerapkan pola makan ini menimbulkan perasaan lemah dan depresi. Solusinya, cari sumber dari rasa lapar yang sesungguhnya. Tangani secara langsung, dan kembali ke pola makan yang sehat dalam hidup.

2. Pertumbuhan Psikologis Terhambat
Ketika makan telah tertanam dalam prosedur coping, akan menjadi jawaban cepat bagi masalah, tanpa  benar-benar mencari solusi yang nyata. Jika mencicipi nikmat sehabis makan berlebih maka selanjutnya cara itu menjadi solusi untuk menangani samalah yang sama. Tanpa disadari, merasa kewalahan, lelah, bosan, kesepian, frustasi, jengkel dan situasi emosional lainnya, maka selalu mengaitkannya dengan makanan. Makan usang kamin tergantung pada manakan, tak lagi percaya bisa mengatasi problem tanpa makanan.

3. Hubungan Anda Tak Pernah Lebih Baik
Saat masakan menjadi teman pengganti akan mengurangi keintiman bersama pasangan. Ketika keputusan untuk makan berlebih menjadi solusi atas problem kesepian atau problem kekerabatan dengan pasangan maka keputusan makan berlebih makin menjadi-jadi dan jadi kebutuhan hubungan.

4. Tubuh banyak menghasilkan radikal bebas.
Oksigen yang kita hirup akan diubah oleh sel badan secara konstan menjadi senyawa yang sangat reaktif, dikenal sebagai senyawa reaktif oksigen yang diterjemahkan dari reactive oxygen species(ROS), satu bentuk radikal bebas. Perisitiwa ini berlangsung ketika proses sintesa energi oleh mitokondria atau proses detoksifikasi yang melibatkan enzim sitokrom P-450 di hati.

Produksi ROS secara fisiologis ini merupakan konsekuensi logis dalam kehidupan aerobik. Aktifitas makan merupakan salah satu aktifitas aerobik yakni aktifitas yang memerlukan oksigen makan yang berlebihan konsekunsinya akan memerlukan oksigen yang banyak balasannya produksi radikal bebas juga banyak. Kelebihan produksi radikal bebas akan menimbulkan terjadinya stress oksidatif yang sanggup membawa kerusakan mulai tingkat sel.

Berbagai penyakit yang telah diteliti dan diduga besar lengan berkuasa berkaitan dengan acara radikal bebas meliputi lebih dari 50, di antaranya ialah penuaan dini, stroke, asma, diabetes mellitus, banyak sekali penyakit radang usus, penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, parkinson, hingga AIDS serta Kanker.

5. Melonjaknya kadar gula darah.
Sering kita mendengar istilah Indeks glikemik (IG) suatu istilah yang berkaitan dekat dengan metabolisme karbohidrat. IG pangan merupakan indeks (tingkatan) pangan berdasarkan efeknya dalam meningkatkan kadar gula darah. Pangan yang memiliki IG tinggi bila dikonsumsi akan meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat dan tinggi. Sebaliknya, seseorang yang mengonsumsi pangan ber-IG rendah maka peningkatan kadar gula dalam darah berlangsung lambat dan puncak kadar gulanya rendah. Tetapi yang sering kita lupakan selain faktor Indeks Glikemik lantaran jenis materi makanannya yang sudah memang tinggi indeks glikemiknya ibarat karbohidrat sederhana pola gula pasir, sirop dll jumlah masakan yang berlebihan juga akan menimbulkan melonjaknya kadar gula darah kita. Ketika kadar gula darah melambung tinggi otomatis badan akan segera memproduksi hormon insulin besar-besaran untuk menurunkan kadar gula darah. Kebisaan makan berlebihan yang berdampak pada melonjaknya kadar gula darah tersebut akan mendorong badan lebih cendekia menyimpan lemak dari pada menggunakannya, dampaknya bobot badan akan membengkak. Tubuh akan memiliki komposisi lemak yang banyak dibanding protein, keadaan tersebut akan menimbulkan badan kesulitan memperoleh alat transportasi untuk membawa molekul glukosa ke dalam sel yaitu Glukosa transporter-4 (GLUT-4) balasannya sanggup menimbulkan kencing manis.

Untuk menghindari makan berlebihan dan mengonsumsi masakan dengan porsi yang sempurna anda sanggup mengikuti  trik dibawah ini :

1. Makan Teratur
Salah satu cara supaya tidak makan terlalu banyak ialah dengan makan secara teratur atau sediakan sajian masakan dalam porsi kecil pada siang hari, ibarat buah-buahan atau salad. Hal itu sanggup mengurangi kebiasaan Anda ngemil keripik kentang atau mengonsumsi junk food ketika perut mulai lapar.

2. Lakukan Banyak Kegiatan
Untuk menghindari makan yang berlebihan, Anda bisa lakukan banyak kegiatan. Mungkin Anda terbiasa makan dalam porsi besar di siang hari, maka gantikan kebiasaan tersebut dengan melanjutkan pekerjaan atau kegiatan tertentu yang sanggup mengalihkan pikiran Anda dari makanan.

3. Banyak Minum
Agar bisa mengurangi rasa lapar, perbanyak minum air putih setiap hari. Dehidrasi sanggup menciptakan badan 'lari' ke makanan. Jika Anda tetap terhidrasi selama beraktivitas, lapar akan berkurang lantaran badan mendapat cairan yang cukup.

4. Buat Rutinitas Baru
Coba lakukan rutinitas yang gres dan berusaha keluar dari kebiasaan hidup tidak sehat. Tidak gampang memang, tapi jika Anda sabar dan terus menjalaninya secara teratur, Anda akan terbiasa tidak makan terlalu banyak walaupun sedang stres atau hal lain yang bisa mempengaruhi pola makan.

5. Jaga Asupan Makan
Seringkali perempuan mengonsumsi masakan berlebihan lantaran terpengaruh rasa bosan atau suasana hati yang sedang tidak menentu. Hal tersebut sanggup menciptakan Anda tidak memperhatikan asupan masakan yang masuk ke dalam tubuh. Oleh lantaran itu, tetap jaga asupan yang baik semoga badan sehat dan tidak 'melar'.

6. Buat Rencana
Buat rencana atau acara untuk mencegah makan yang berlebihan selama beberapa waktu. Setiap ada rencana niscaya ada tujuan, tujuan itu bisa menciptakan Anda tidak terpicu mengonsumsi masakan yang terlalu banyak. Terus melatih diri konsisten dengan proram yang sedang dijalani sekarang. Hal ini sanggup mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat.

7. Jauhi Makanan yang Tidak Sehat
Mungkin rekan kerja di samping Anda selalu menyediakan kudapan di mejanya sehngga Anda termakan untuk ikut mengonsumsinya setiap hari. Untuk itu, sebaiknya cari cara supaya pikiran ingin makan atau ngemil teralihkan, ibarat menyibukkan diri dengan banyak sekali kegiatan lain.

8. Makan Perlahan
Anda bisa memperlambat makan dengan mengunyah masakan secara perlahan supaya cepat merasa kenyang. Jika tempo makan dilambatkan maka pikiran jauh dari cita-cita mengonsumsi masakan dalam porsi besar. Selain itu, Anda bisa lebih menikmati masakan yang masuk ke dalam tubuh.

9. Jangan Hilangkan Makanan Favorit dalam Program Diet
Kebanyakan perempuan sangat menjaga masakan yang dikonsumsinya ketika sedang diet. Namun, jangan hingga menghilangkan masakan favorit dari dalam menu, tapi lebih baik mengurangi frekuensinya saja. Menghilangkan masakan kesukaan selama diet bisa menimbulkan Anda mengonsumsi masakan tersebut secara berlebihan pada suatu waktu.

0 comments:

Post a Comment