Monday, April 13, 2020

Masalah Kesemutan

Edit Posted by with No comments
Hampir semua orang pernah mengalami apa yang disebut kesemutan atau kebas. Kalau sudah kesemutan, biasanya akan terasa kebal, ngilu, walau akan berangsur-angsur hilang bila kita mulai menggerak-gerakkan pecahan tubuh yang kesemutan tersebut.

Tetapi kesemutan patut diwaspadai bila kesemutan itu terjadi di satu pecahan tubuh. Kemudian menjalar ke pecahan tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, sanggup jadi itu yaitu manifestasi tumor di pecahan depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan tanda-tanda awal sepele.

Kesemutan terjadi lantaran gangguan saraf perifer atau saraf tepi, yaitu saraf yang ada di luar jaringan otak. Misalnya di tangan, kaki, dan pecahan tubuh lainnya. Gangguan saraf perifer atau saraf tepi yang menimbulkan kesemutan sanggup disebabkan oleh banyak sekali faktor.

Di antaranya, tertekan pada area kesemutan. Misalnya, bila kawasan lengan atas tertekan oleh sesuatu atau terlipat (tertekuk), maka akan terjadi gangguan ajaran darah pada area di bawahnya sehingga menimbulkan kesemutan di pecahan bawah area yang tertekan atau tertekuk tersebut. Kesemutan jenis ini sanggup saja terjadi dikala mengemudikan sepeda motor dalam tempo yang cukup usang dan berulang. Mirip dengan kabel listrik yang tertekan atau terlipat, maka ajaran setrum listrik akan terganggu.

Kesemutan juga sanggup terjadi lantaran gangguan metabolisme. Misalnya pada penderita diabetes di mana sanggup terjadi mikroangiopati atau kekurangan masakan pada saraf, sehingga pembuluh darah dan saraf tepi (perifer) mengalami gangguan, pada akhirnya akan mengalami kesemutan. Selain itu abses pada jaringan ikat juga sanggup menimbulkan kesemutan, lantaran tekanan yang terjadi pada serabut saraf di kawasan yang terkena infeksi.

Ada beberapa kiat yang sanggup kita praktekkan untuk menghindari kesemutan, antara lain :
  • Setiap kali beraktivitas, tidak ada salahnya kita menjaga perilaku dan posisi tubuh yang menekan syaraf dan peredaran darah, menyerupai menonton tv sambil tiduran, atau menulis di lantai sambil telungkup atau tengkurap. Hindari juga tidur pada pecahan yang keras.
  • Kita sanggup mencegah kesemutan dengan berolah raga secara teratur lantaran cara ini sanggup melancarkan peredaran darah.
  • Saat kita bekerja, seringkali kita lupa mengistirahatkan sejenak pecahan tubuh kita. Misalnya dikala bekerja, seringkali tanpa sadar kita menekuk kaki atau tangan terlalu lama. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin kita akan mengalami kesemutan. Begitu juga dikala kita mengetik. Ada baiknya dikala mengetik, kita istirahatkan jari sebentar, melemaskan jari dan siku semoga ajaran darah kembali normal.
  • Kekurangan vitamin B1 sanggup mengganggu ajaran atau rangsangan pada sistem syaraf. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin b1, kita sanggup mengonsumsi masakan yang banyak zat besi.  Bahan masakan yang kaya akan zat tersebut, antara lain daging merah, sayuran hijau segar, dan biji-bijian
  • Jika sedang duduk bersila, sesekali ubahlah posisi, bila awalnya kaki kanan diatas kaki kiri, maka lakukan sebaliknya. Selain itu, hindari duduk di bangku dengan menyilangkan kaki terlalu lama.
  • Bagi yang bekerja dengan memakai komputer, sebaiknya membiasakan mengetik dengan pergelangan tangan tidak menyentuh meja. Untuk itu, hendaknya mengetik dengan posisi duduk di bangku yang tingginya proporsional dengan meja dan keyboard (papan ketik).
  • Hindari kebiasaan bertopang dagu dan berdiri disamping meja sambil menopang tubuh dengan sebelah tangan.
  • Jika anda termasuk orang yang banyak melaksanakan gerakan-gerakan ketika sedang tertidur, sebaiknya pilih ganjal tidur yang tidak keras. Supaya tidak terjadi benturan yang sanggup mengakibatkan gangguan saraf.
  • Hindari posisi tidur dengan meletakkan tangan di belakang kepala atau tertidur sambil duduk dengan posisi ketiak di sandaran kursi/sofa.
  • Jangan menulis dengan posisi tengkurap, tapi duduklah di bangku dengan pantat merapat ke belakang dan punggung lurus melekat pada sandaran.
  • Menjauhi minuman keras. Di antaranya, para penggemar minuman keras lebih gampang mengalami kesemutan, bila dosis alkohol yang merasuki tubuhnya terlalu banyak. Hal ini akhir alcohol merusak metabolisme vitamin B. Pada dikala yang bersangkutan kekurangan vitamin B1, timbullah gangguan pada saraf. Tentu saja, lantaran vitamin ini salah satu unsur yang diharapkan untuk penghantaran rangsang listrik pada saraf.
Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai lantaran seringnya mengalami kesemutan :
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Gejalanya berupa kesemutan yang menyerang ujung jari (biasanya tangan kanan) dan kemudian bermetamorfosis rasa tebal dikala dipakai beraktivitas. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS sanggup menjadi gangguan lebih serius bila dibiarkan cukup lama, contohnya 1 hingga 2 tahun. Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu ajaran darah ke tangan, dan menimbulkan otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan kesannya sanggup melemahkan otot. 
  • Pada pasien DM, kesemutan merupakan tanda-tanda kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini sanggup diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat menyerupai gabapentin, vitamin B1 dan B12.
  • Infeksi tulang belakang. Ini mengakibatkan pecahan tubuh dari pusar ke bawah tak sanggup digerakkan. Penderita tak sanggup mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.
  • Rematik. Penyakit ini sanggup menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akhir sendi pada engsel, contohnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh. 
  • Stroke. Kesemutan sanggup jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang menimbulkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur. Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau gres bangun. Kondisi ini harus ditangani lantaran sanggup bermetamorfosis stroke berat.
  • Spasmofilia (tetani). Gejala kesemutan juga sanggup merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul lantaran kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya yaitu menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain : kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.
  • Penyakit jantung. Kesemutan tak hanya akhir neuropati tekanan, tetapi lantaran komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu sanggup terbawa ajaran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik. Bila sumbatan di otak mengenai kawasan yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan mencicipi kesemutan sebelah. Jika kawasan yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.
  • Guillain-barre syndrome. Kesemutan sanggup jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai tanda-tanda demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan lantaran virus menyerang sistem saraf tepi. Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.
  • Cytomegalovirus (CMV). Ada kesemutan yang didahului flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari, menjalar hingga ke pusar. Penderita sanggup hanya merasa kebas atau hingga sulit berjalan, berarti sumsum tulang belakang kena radang. Ini akhir serangan virus, biasanya cytomegalovirus.

0 comments:

Post a Comment